Membongkar Rekening Fiktif Di Bank

Posted: March 31, 2013 in Sekilas Penipuan
Tags: , , ,

Sebagaimana diketahui bersama bahwa rekening fiktif banyak sekali beredar di bank-bank. Rekening fiktif umumnya digunakan komplotan penipu untuk menipu masyarakat dengan berbagai modus, antara lain : promo barang elektronik murah (Blackberry, Ipad, Iphone, Camera Digital, Laptop, Keyboard, HP, Playstation, Nitendo, mainan anak, dll), promo tiket pesawat murah, promo agen pulsa murah, lowongan kerja fiktif PT. Freeport Indonesia, lowongan kerja fiktif PT. Unilever, lowongan kerja fiktif PT. Central Korporindo, lowongan kerja fiktif PT. Alfamart, lowongan kerja fiktif PT. Premier Oil Indonesia, lowongan kerja fiktif Petronas, lowongan kerja fiktif PT. PERTAMINA, penjualan mebel fiktif, hadiah mobil Toyota Avanza, hadiah tabungan haji Rp. 100 juta, hadiah cek Rp. 50 juta, hadiah cek Rp. 75 juta, hadiah cek Rp. 100 juta dari TELKOMSEL, INDOSAT DAN PT. SIDOMUNCUL. Angka jitu togel/dukun togel, penawaran nomor HP cantik, perdagangan senjata fiktif, tertarik beli rumah, tertarik beli mobil, tertarik ngontrak rumah, anak maka kecelakaan, investasi fiktif, minta transfer uang, minta sedekah, selebaran cek Rp. 1 miliar dan lain sebagainya. Dengan memiliki rekening fiktif, tentu komplotan penipu sangat sulit untuk diringkus aparat kepolisian, karena identitas yang digunakan dalam membuat rekening fiktif adalah palsu. Dengan banyaknya rekening fiktif, tentunya sangat meresahkan dan merugikan masyarakat, karena apabila masyarakat menjadi korban penipuan, tentu saja uangnya sulit untuk kembali dan pelakunya juga sulit untuk diringkus. Sebenarnya pihak yang bertanggung jawab dengan adanya rekening fiktif tersebut adalah bank itu sendiri, karena lalai dalam melakukan pengawasan sehingga rekening fiktif bisa beredar.  Dalam hal ini sebenarnya ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh pihak  bank untuk membongkar rekening fiktif, antara lain sebagai berikut :

  1. Kirim surat panggilan kepada semua nasabah untuk melakukan verifikasi ulang terhadap data-data di rekeningnya. Nasabah yang jujur, tentunya tidak akan keberatan dengan adanya surat panggilan dari bank tersebut. Tapi nasabah yang memiliki rekening fiktif atau komplotan penipu, tentunya tidak akan mau memenuhi surat panggilan dari bank, karena resikonya mereka bisa ditangkap polisi karena memiliki rekening fiktif.  Bagi nasabah yang tidak memenuhi surat panggilan bank untuk melakukan verifikasi data,  rekeningnya dibekukan/diblokir untuk sementara waktu. Sampai mereka memenuhi surat panggilan bank.
  2. Jika bank menemukan rekening fiktif berdasarkan laporan nasabah yang menjadi korban penipuan, maka rekening fiktif segera diblokir dan pihak bank segera menelusuri pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan rekening fiktif tersebut. Biasanya pihak yang terlibat dalam pembuatan rekening fiktif antara lain adalah sales agen (pihak ketiga) yang ditugaskan bank untuk merekrut nasabah, pegawai bank itu sendiri yang melakukan kerja sama dengan sales agen dan komplotan penipu dan jasa pemalsu dokumen dan rekening. Komplotan penipu kadangkala menyaru sebagai sales agen untuk melancarkan aksinya dalam membuat rekening fiktif (ingat kasus kartu kredit fiktif). Setelah mengetahui pihak-pihak  yang terlibat, bank dapat memanggil aparat kepolisian untuk menangkap pelaku dan polisi dapat mengembangkan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui jaringan pihak-pihak yang terlibat tersebut.
Comments
  1. menakutkan yah, baru tau aku klo rekening bank bisa dibuat2, kan ktp uda ada nomornya, apa ga bisa ditelusiri yah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s